Keasrian Pantai Sawengka Jarang Dikunjungi Wisatawan

Keasrian Pantai Sawengka yang Masih Jarang Dikunjungi Wisatawan

Quintadamata – Indonesia bagian timur terdiri dari surga-surga kecil yang seakan tidak habisnya untuk dieksplorasi wisatanya. Salah satu destinasi wisata yang belum banyak diketahui adalah Sawengka, adalah pantai yang terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baik wisatawan lokal maupun mancanegar belum banyak yang mengenal pantai Sawengka. Ini adalah pantai dengan pasir putih di sepanjang gugus pulau di Teluk Maumere.

Hamparan pasir putih bersih akan menyambut setiap pengunjung yang datang. Sangat natural dan jarang dijamah wisatawan. Kamu akan menjumpai beberapa lopo kecil. Pengelolaannya masih mandiri dilakukan warga dengan penunjuk lokasi yang sederhana.

Deretan pohon kelapa yang diterpa angin menambah harmoni alam jika datang ke sini. Selain itu, kamu bisa berteduh di bawah pohon, melihat dan mendengarkan desiran pantai sambil minum es kelapa muda.

Datang ke sini sebaiknya saat menjelang matahari terbenam mpo 88. Di pantai Sawengkan, pengunjung dapat menikmati eksotisme sunset di ujung tanjung sisi barat.

Tak heran bila pemerintah setempat mulai berupaya memperkenalkan keindahan pantai Sawengka ke para wisatawan. Pada hari Jumat, 22 Oktober 2021, Bupati Sikka yang sedang menjabat, Fansiskus Roberto Diogo melaunching pantai Sawengkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Sikka.

Infrastruktur Pantai Sawengka

Jika hendak berkunjung ke pantai Sawengka, kita dapat menggunakan kapal laut dari pelabuhan Lorena Say Maumere. Perjalanan waktu yang ditempuh kurang lebih dua jam menuju desa Pemana.

Namun, akan terasa lebih cepat karena sepanjang perjalanan kita juga dapat menikmati keindahan pulau-pulau di gugus Teluk Maumere dari kejauhan yang tak kalah indah. Tarif kapal juga terbilang murah, hanya Rp 30.000 untuk masing-masing penumpang.

Setibanya di dermaga desa Pemana, menuju pantai Sawengka kita akan diantar menggunakan perahu-perahu kecil. Perjalanan waktu yang ditempuh hanya sekitar 30 menit atau kurang dari itu, dengan ongkos hanya sepuluh ribu rupiah untuk setiap penumpang.

Perjalanan menuju pantai Sawengka dari dermaga desa Pemanan tidak kalah menakjubkan. Kamu akan disuguhi dengan pemandangan hamparan bukit dengan bebatuan karst. Putih bersih pantai Sawengka dapat dilihat dari kejauhan saat menyusuri sisi utara pulau Pemana.

Pengelolaan di pantai Sawengka belum secara optimal. Jadi, fasilitasnya masih sangat minim seperti ketersediaan toilet dan tempat sampah yang terbatas. Jika berkunjung ke sini, sebaiknya tetap jaga kebersihan dengan membawa pulang sampah atau membuangnya pada tempat yang disediakan. Hal ini demi menjaga kelestarian alam dan panorama dari pantai Sawengka.

Perihal infrastruktur pantai Sawengka, pihak Desa sedang berupaya memberi edukasi bagi pemuda desa setempat. Akan diadakan pelatihan ekonomi kreatif hingga tata cara mengolah sampah sehingga pantai Sawengka tetap asri dan semakin banyak peminat yang akan berkunjung.

Tidak hanya pantai Sawengka, kamu juga bisa menyempatkan diri menikmati wisata budaya dan sejarah. Di sini kamu bisa menjumpai batu tumbuh, gua jepang, dan taman laut.

Gugusan Telukmaure selama ini memang terkenal menyajikan pemandangan bawah laut yang luar biasa indah. Itu juga kamu bisa nikmati di sekitar pulau Pemana, lokasi Pantai Sawengka, Desa Gunung Sari.

Jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner khas Desa Gunung Sari seperti Kolo atau nasi bakar, Sei daging sapi, Kue Jawada, Rumpu Rampe, Pelepah Manuk, dan Sambal Teri.  Atau menu olahan jagung sebagai komoditas yang banyak ditanam oleh petani lokasl seperti Cetemak Jagung, Jagung Bose, dan Jagung Titi. Boleh juga membawa oleh-oleh hasil pertanian penduduk setempat berupa jambu mente khasi Gunung Sari.


Comments are closed.