Tips Backpacker Murah ke Jepang Dengan Mudah

Tips Backpacker Murah ke Jepang Dengan Mudah

Quintadamata – Sesudah mimpi semenjak kecil, kemauan saya untuk berkunjung Jepang pada akhirnya dapat terwujud juga. Tidak tanggung-tanggung saya mengoptimalkan perjalanan berlibur ke Jepang ini kali sampai durasi waktu visa habis. Keseluruhan ada 13 hari efisien saat yang saya habiskan untuk jalan-jalan ke Jepang ini kali. Sebuah saat yang lumayan lama untuk berlibur di Jepang.

O iya, ini kali saya berlibur ala-ala backpacker ke Jepang pada musim semi. Maka temperatur udara di Jepang masih cukup dingin. Sayang saya cukup salah baju, ditambahkan lagi jaket saya lenyap ketinggal di pesawat sebentar sesudah landing. Saya lupa ambil jaket yang saya simpan di bangku. Mengakibatkan, hari awal di Tokyo saya harus meredam dingin selama seharian.

Baru saat malam hari, saya mendapati sebuah toko potongan harga yang jual jaket murah. Ya dibanding kedinginan, saya membeli saja. Apa lagi pada itinerary jalan-jalan ke Jepang ini kali ada gagasan akan berkunjung gunung es Tateyama Kurobe Alpine Route. Jadilah, walau harus menggunakan dana tidak tersangka, saya masih tetap beli jaket barusan.

Yang terang, lakukan perjalanan jalan jalan ke Jepang sendirian itu benar-benar mungkin. Tentu saja dengan beberapa penyiapan yang masak ya. Tidak langsung bisa pergi demikian saja. Khususnya buat yang baru pertama kalinya berlibur ke Jepang. Karenanya penyiapan yang masak, perjalanan berlibur ke Jepang kelak tentu jalan secara lancar. Kamu dapat baca beberapa panduan solo traveling ke Jepang berikut ini, untuk perjalanan berlibur ala-ala backpacker ke Jepangmu seterusnya!

1. Ingin memakai Koper Atau Backpack?

Jika memang tujuannya ingin berlibur ala-ala backpacker ke Jepang, yang memang backpack lebih saya referensikan dibandingkan memakai koper sih. Umumnya saya pakai koper jika famtrip saja. Misalkan saat famtrip ke Kobe, Okayama dan Shoryud tempat, saya cenderung pilih memakai koper. Karena dimanapun perginya selalu memakai bis. Maka tidak akan sulit.

Nah, jika solo jalan jalan ke Jepang, umumnya ke mana saja jalan sendiri, naik kereta api dan angkutan umum yang lain. Jadilah memakai backpack itu benar-benar fleksibel. Untuk penyeleksian backpack bergantung keperluan sih. Umumnya saya membawa backpack 55 liter atau bahkan juga terkadang daypack saja cukup. Tidak perlu membawa banyak pakaian, karena di Jepang ada beberapa laundry. Maka dapat bersihkan kering gunakan.

2. Atur Itinerary Solo jalan ke Jepang Dengan Terancang!

Sebetulnya tidak perlu membuat itinerary tidak apa sih. Hanya, jika ingin tidak overbudget sepanjang solo jalan jalan ke Jepang, membuat itinerary berlibur ke Jepang itu hukumnya harus. Masalahnya dengan membuat itinerary, kita jadi tahu kota mana yang akan didatangi, dan berapakah prediksi ongkos yang akan dihabiskan. Lebih baik kembali jika dapat membuat itinerary sampai ke detil ongkos setiap poin. Contoh, untuk naik shinkasen habisnya berapakah, dan akan naik shinkasen berapakah kali.

Karena ada itinerary dapat dicatat kurang lebih kota yang mana ongkos makan dan pemondokannya mahal. Maka sedapat mungkin menghindar tinggal di kota itu lebih lama. TUlis tempat rekreasi di Jepang yang gratis, jadi sepanjang disitu kelak masih tetap dapat nikmati perjalanan tak perlu keluar banyak uang dengan berkunjung tempat rekreasi gratis di Jepang.

3. Kota Pertama Yang Akan Didatangi Nikmatnya Mana?

Umumnya pelancong dari Indonesia pasti berkunjung Tokyo dengan landing di Lapangan terbang Narita atau Haneda, dan Osaka dengan landing di Kansai International Airport. Nah, tentukan kota pertama untuk landing ini penting sekali loh. Khususnya untuk atur bujet dan mengoptimalkan durasi waktu perjalanan bola pelangi. Kan mustahil misalkan kamu landing di Tokyo, tetapi rupanya ingin berkunjung Hiroshima. Akan percuma sekali lakukan perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima.

Jadi misalkan kamu ingin menelusuri tempat utara seperti ke Kanazawa, Kitakami, Hakodate dan wilayah yang lain di utara Tokyo, seharusnya memutuskan untuk beli ticket pesawat yang landingnya di Lapangan terbang Narita atau Lapangan terbang Haneda saja. Saat itu bila kamu ingin menelusuri sisi selatan Jepang seperti Kyoto, Osaka, Kobe dan Okayama, lebih bagus ya landing di Osaka atau Kansai International Airport.

4. Penelitian Transportasi Apa Saya Yang Akan Dipakai Sepanjang Backpacking di Jepang

Opsi transportasi sepanjang jalan jalan ke Jepang ialah kereta dan bis. Ada beberapa sekali kereta api di Jepang yang dapat kamu pakai untuk melancong saat di Jepang. Nikmatinya kembali, jika memakai kereta api, kamu dapat memakai Japan Raill Pass, sebuah kartu yang dapat dipakai untuk naik kereta api di Jepang dengan gratis dan tidak terbatas. Tentu saja dengan persyaratan dan ketetapan tertentu ya.

5. Lihat Musim Apa Kamu Bertandangnya

Ketahui saat ini di Jepang sedang musim apakah itu benar-benar bermanfaat. Khususnya untuk meminimalisir kamu salah baju. Jepang sendiri mempunyai empat musim, yakni musim semi, musim panas, dan musim luruh, dan musim dingin. Dari semua musim yang ada, cuma pada musim panas saja kamu dapat memakai baju tipis.

Memang sih, pada panas musim ini temperatur di Jepang nyaris serupa atau bahkan juga melewati Jakarta. Sementara pada musim yang lain temperatur dapat ada diangka belasan derajat. Pada musim dingin bahkan juga temperatur dapat minus beberapa derajat. Maka kamu selalu harus memakai pakaian tebal penahan dingin pada musim itu ya.


Comments are closed.