Tips Backpacker Murah Ke Vietnam dan Kamboja

Quintadamata – Saya barusan datang dari perjalanan seminggu ke Vietnam dan Kamboja. Perjalanan itu membuat saya benar-benar ingin menuliskan di website. Karena jumlahnya pertanyaan mengenai ongkos dan pengeluaran saat disana. Beberapa orang selalu menduga jika travelling ialah aktivitas yang mahal. Awalnya saya berpikiran begitu, tetapi sudah seringkali melakukan baik lokal atau ke luar negeri juga mempelajari mengenai bagaimana membuat perincian ongkos, saya pahami bagaimana kamu bisa hemat dan masih tetap jalan-jalan sepuasnya.

Karenanya, saya akan share mengenai perjalanan yang cuma memerlukan ongkos sekitaran Rp. 5.800.000 – Rp. 7.000.000, ke dua negara di Asia sepanjang 6 hari. Sekitaran Rp. 2.900.000 atau $218. Ongkos dari lapangan terbang ke hotel ialah Rp. 230.000 untuk satu group, naik tuktuk untuk tour keliling Angkor Wat ialah Rp. 203.000 per barisan. Maka, ongkos ini dapat berbeda bergantung seberapa banyak anggota bola pelangi barisan jalanmu.

Sekitaran Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 atau $89. Saya mengikuti ongkos yang telah diputuskan awalnya untuk perjalanan ini. Yang jalan saya ialah Rp. 5.000.000 – Rp. 8.000.000. Ditambah lagi ongkos terbang, keseluruhannya jadi Rp. 7.000.000.

Makanan

Untuk ketahui berapa banyak kamu harus membagikan dana untuk makanan:

Di Vietnam, satu makanan harga sekitaran Rp. 36.000 – Rp. 60.000. Sepiring spring rolls harga Rp. 36.000, Mie Pho sama Banh mi cuma Rp. 10.000 sementara kopi sekitaran Rp. 12.000. Untungnya, hotel kami sediakan makan pagi-pagi, hingga kami perlu pikirkan makan siang dan malam saja. Sepanjang tour Delta Mekong, kami mendapatkan makan siang. Maka, saya habiskan Rp. 300.000 – Rp. 400.000 untuk minuman dan makanan bir dan air putih optimal.

Di Kamboja, makanan sekitar di antara Rp. 40.000 – Rp. 60.000. Hotel kami sediakan makan pagi pagi gratis hingga kami perlu cari makan siang dan malam. Disitu, saya habiskan Rp. 350.000 optimal untuk konsumsi. Belilah botol minuman besar (1 atau 1,5 liter) yang cuma dengan harga Rp. 5.000 di mini pasar. Selanjutnya, persiapkan satu botol kecil yang dapat kamu isi ulangi setiap melancong. Ini akan mengirit ongkos yang perlu kamu mengeluarkan untuk beli minuman setiap pergi makan (yang tentu saja tambah mahal). Sepanjang perjalanan ini, saya kemungkinan beli 5 liter air, 1 bir, 1 cocktail, 1 juice buah, dan 3 kopi.

Saya bawa camilan dan cepat sajian sepanjang perjalanan. Saya bawa keripik, biskuit, mi gelas dan makanan kaleng karena saya mengetahui di Vietnam makanannya semakin banyak sayur. Dan saya tidak terlampau menyenanginya. Jika kamu sukai pilih-memilih makanan seperti saya, seharusnya bawa sendiri makanan yang kamu sukai.

Coba makanan tepi jalan, Vietnam benar-benar populer dengan warung tepi jalan mereka Bahn Mi cuma dengan harga Rp. 10.000, atau babi panggang dengan nasi yang cuma dengan harga Rp. 25.000. Pasti membahagiakan makanan di restaurant, tapi saya merekomendasikan cari makanan tepi jalan. Kamu dapat makan Banh Mi untuk makan pagi, atau makan di Ben Tanh’s Night Pasar, dimana harga makanannya lebih murah.


Comments are closed.